Ya Rasulullah Salamun Alaik Lirik Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya
![]() |
| Lantunan sholawat Ya Rasulullah Salamun Alaik merupakan wujud kerinduan dan cinta (mahabbah) umat Islam kepada kemuliaan Nabi Muhammad SAW. |
Pencarian untuk ya rasulullah salamun alaik lirik sangat tinggi karena umat Islam di Indonesia rutin melantunkannya dalam berbagai majelis taklim dan peringatan Maulid. Bagi Anda yang sedang mencari lirik ya rasulullah salamun alaik arab latin arti, artikel ini menyajikannya secara langsung agar mudah dibaca dan dihafal.
Teks sholawat ya rasulullah lirik ini merupakan salah satu pujian terindah untuk Nabi Muhammad SAW. Berikut adalah lirik selengkapnya.
Lirik Ya Rasulullah Salamun Alaik Lengkap
![]() |
| Membaca sholawat Ya Rasulullah secara berjemaah saat peringatan Maulid Nabi atau pembacaan Al-Barzanji sudah menjadi tradisi kuat umat Islam di Indonesia. |
Untuk memudahkan Anda dalam membaca dan memahaminya, lirik ini kami sajikan bait per bait lengkap dengan teks Arab, tulisan Latin, dan terjemahan bahasa Indonesia.
يَارَسُوْلَ اللهِ سَلَامٌ عَلَيْكَ , يَارَفِيْعَ الشَّانِ وَالدَّرَجِ
Yaa rosuulallaah salaamun ‘alaik, yaa rofî’assyaani waddaroji.
"Wahai utusan Allah semoga keselamatan tetap padamu, wahai yang berbudi luhur dan bermartabat tinggi."
عَـطْفَةً يَّاجِـيْرَةَ الْعَلَمِ , يَااُهَيْلَ الْجُوْدِ وَالْكَـرَمِ
Athfatan yaa jiirotal alami, yaa uhailal juudi wal karomi.
"Rasa kasihmu wahai pemimpin tetangga, wahai ahli dermawan dan pemurah hati."
يَارَسُوْلَ اللهِ سَلَامٌ عَلَيْكَ , يَارَفِيْعَ الشَّانِ وَالدَّرَجِ
Yaa rosuulallaah salaamun ‘alaik, yaa rofî’assyaani waddaroji.
"Wahai utusan Allah semoga keselamatan tetap padamu, wahai yang berbudi luhur dan bermartabat tinggi."
عَـطْفَةً يَّاجِـيْرَةَ الْعَلَمِ , يَااُهَيْلَ الْجُوْدِ وَالْكَـرَمِ
Athfatan yaa jiirotal alami, yaa uhailal juudi wal karomi.
"Rasa kasihmu wahai pemimpin tetangga, wahai ahli dermawan dan pemurah hati."
نَحْنُ جِيْرَانٌ بِذَا الْحَرَمِ , حَرَمِ اْلإِحْسَانِ وَالْحَسَنِ
Nahnu jîroonu bidzal haromi, haromil ihsaani wal hasani.
"Kami tetangga di tanah haram ini, Tanah haram tempat berbuat baik dan memberi kebaikan."
نَحْنُ جِيْرَانٌ بِذَا الْحَرَمِ , حَرَمِ اْلإِحْسَانِ وَالْحَسَنِ
Nahnu jîroonu bidzal haromi, haromil ihsaani wal hasani.
"Kami tetangga di tanah haram ini, tanah harom tempat berbuat baik dan memberi kebaikan."
نَحْنُ مِنْ قَوْمٍ بِهِ سَكَنُوْا , وَبِهِ مِنْ خَوْفِهِمْ أَمِنُوْا
Nahnu min qoumin bihii sakanuu, wa bihii min khoufihim aaminuu.
"Kami dari kaum yang tinggal di tempat itu, tempat yang mereka merasa aman dari ketakutan."
يَارَسُوْلَ اللهِ سَلَامٌ عَلَيْكَ , يَارَفِيْعَ الشَّانِ وَالدَّرَجِ
Yaa rosuulallaah salaamun ‘alaik, yaa rofî’assyaani waddaroji.
"Wahai utusan Allah semoga keselamatan tetap padamu, wahai yang berbudi luhur dan bermartabat tinggi."
عَـطْفَةً يَّاجِـيْرَةَ الْعَلَمِ , يَااُهَيْلَ الْجُوْدِ وَالْكَـرَمِ
Athfatan yaa jiirotal alami, yaa uhailal juudi wal karomi.
"Rasa kasihmu wahai pemimpin tetangga, wahai ahli dermawan dan pemurah hati."
وَبِاٰيَاتِ الْقُرْآنِ عُنُوْا , فَاتَّئِدْ فِيْنَا أَخَا الْوَهَنِ
Wa bi aayaatil qur-aani ‘unuu, fatta id fîinaa akhool wahani.
"Dengan ayat-ayat Alquan mereka mendapat inayah. Renungkanlah di hati kita, wahai yang berjiwa lemah."
وَبِاٰيَاتِ الْقُرْآنِ عُنُوْا , فَاتَّئِدْ فِيْنَا أَخَا الْوَهَنِ
Wa bi aayaatil qur-aani ‘unuu, fatta id fîinaa akhool wahani.
"Dengan ayat-ayat Alquan mereka mendapat inayah. Renungkanlah di hati kita, wahai yang berjiwa lemah."
نَعْرِفُ الْبَطْحَا وَتَعْرِفُنَا , وَالصَّفَا وَالْبَيْتُ يَأْلَفُنَا
Na’riful bath-haa wa ta’rifunaa, wash-shofaa wal baitu ya' lafunaa.
"Kami mengenal padang pasir dan ia mengenal kami, Bukit Shafa dan Baitil-Haram menawan hati kami."
يَارَسُوْلَ اللهِ سَلَامٌ عَلَيْكَ , يَارَفِيْعَ الشَّانِ وَالدَّرَجِ
Yaa rosuulallaah salaamun ‘alaik, yaa rofî’assyaani waddaroji.
"Wahai utusan Allah semoga keselamatan tetap padamu, wahai yang berbudi luhur dan bermartabat tinggi."
عَـطْفَةً يَّاجِـيْرَةَ الْعَلَمِ , يَااُهَيْلَ الْجُوْدِ وَالْكَـرَمِ
Athfatan yaa jiirotal alami, yaa uhailal juudi wal karomi.
"Rasa kasihmu wahai pemimpin tetangga, wahai ahli dermawan dan pemurah hati."
وَلَنَا الْمَعْلٰى وَخَيْفُ مِنَا , فَاعْلَمَنْ هَذٰا وَكُنْ وَكُنِ
Wa lanal ma’laa wa khoifu minaa, fa’laman hadzaa wakun zakini.
"Kami memiliki Ma'la (pemakaman di Kota Mekkah) dan Masjid Khoif di Tanah Mina, Maka sungguh ketahuilah akan hal ini, jadilah kamu mengetahuinya, dan jadilah kamu mengetahuinya."
وَلَنَا خَيْرُ اْلأَنَامِ أَبُ , وَعَلِيُّ الْمُرْتَضَى حَسَبُ
Wa lanaa khoirul anaami abu, wa ‘Aliyyul murtadlo hasabu.
"Kami memiliki sebaik-baik manusia (Nabi SAW) sebagai ayah, dan Sahabat Ali bin Abi Thalib Al-Murtadla (orang yang diridloi) sebagai orang yang berketurunan mulia."
يَارَسُوْلَ اللهِ سَلَامٌ عَلَيْكَ , يَارَفِيْعَ الشَّانِ وَالدَّرَجِ
Yaa rosuulallaah salaamun ‘alaik, yaa rofî’assyaani waddaroji.
"Wahai utusan Allah semoga keselamatan tetap padamu, wahai yang berbudi luhur dan bermartabat tinggi."
عَـطْفَةً يَّاجِـيْرَةَ الْعَلَمِ , يَااُهَيْلَ الْجُوْدِ وَالْكَـرَمِ
Athfatan yaa jiirotal alami, yaa uhailal juudi wal karomi.
"Rasa kasihmu wahai pemimpin tetangga, wahai ahli dermawan dan pemurah hati."
وَإِلَى السِّبْطَيْنِ نَنْتَسِبُ , نَسَبًا مَا فِيْهِ مِنْ دَخَنِ
Wa ilas-sibthoini nantasibu, nasabammaa fîihi min dakhoni.
"Kepada kedua cucunya kami berketurunan, keturunan suci bersih dari kotoran."
كَمْ إِمَامٍ بَعْدَهُ خَلَفُوْا , مِنْهُ سَادَاتٌ بِذَا عُرِفُوْا
Kam imaamin ba’dahu kholafuu, minhu saadaatun bidzaa ‘urifuu.
"Banyak Imam yang menggantikan sesudahnya, dengan gelar Sayyid mereka dikenal."
يَارَسُوْلَ اللهِ سَلَامٌ عَلَيْكَ , يَارَفِيْعَ الشَّانِ وَالدَّرَجِ
Yaa rosuulallaah salaamun ‘alaik, yaa rofî’assyaani waddaroji.
"Wahai utusan Allah semoga keselamatan tetap padamu, wahai yang berbudi luhur dan bermartabat tinggi."
عَـطْفَةً يَّاجِـيْرَةَ الْعَلَمِ , يَااُهَيْلَ الْجُوْدِ وَالْكَـرَمِ
Athfatan yaa jiirotal alami, yaa uhailal juudi wal karomi.
"Rasa kasihmu wahai pemimpin tetangga, wahai ahli dermawan dan pemurah hati."
Makna Mendalam di Balik Sholawat Ya Rasulullah
![]() |
| Selain di majelis, Anda bisa merenungkan arti dan lirik sholawat ini secara pribadi sehabis sholat untuk mendapatkan ketenangan batin dan doa dari malaikat. |
Membaca arti sholawat ini membawa kita pada pemahaman tentang cinta yang mendalam (Mahabbah) kepada Nabi Muhammad SAW. Lirik sholawat ini berisi sanjungan atas kemuliaan akhlak, kedudukan Nabi yang tinggi, serta harapan umat agar mendapat syafaat beliau.
Kata "Ya rofi’asy-syani waddaroji" menegaskan bahwa Rasulullah memiliki derajat tertinggi di sisi Allah SWT. Lantunan ini sering digunakan sebagai sarana tawassul (perantara doa) agar umat terhubung secara spiritual dengan sang pembawa risalah Islam.
Sejarah dan Kaitan dengan Thala’al Badru
Secara historis, lantunan Ya Rasulullah Salamun Alaik sangat erat kaitannya dengan bacaan Mahalul Qiyam (saat berdiri dalam pembacaan Maulid seperti Al-Barzanji, Diba', atau Simtudduror).
Banyak majelis sholawat menggabungkan lirik ini dengan sholawat Thala'al Badru 'Alaina. Sholawat Thala'al Badru sendiri adalah syair bersejarah yang dilantunkan oleh penduduk Yatsrib (Madinah) kaum Anshar, saat menyambut kedatangan Nabi Muhammad SAW ketika hijrah dari Makkah. Kombinasi keduanya menciptakan suasana sakral dan penuh haru.
Keutamaan Membaca Sholawat Nabi Muhammad SAW
Selain bernilai ibadah, membaca sholawat ya rasulullah lirik memiliki berbagai fadhilah yang luar biasa bagi umat Muslim.
Mendapat Syafaat di Hari Kiamat
Syafaat atau pertolongan Nabi Muhammad SAW adalah hal yang paling dinantikan umatnya di akhirat kelak. Hadits menyebutkan bahwa siapa yang paling banyak bersholawat, dialah yang paling berhak mendapat syafaat Nabi.
Ketenangan Batin dan Doa Malaikat
Rutinitas membaca lirik sholawat ini memberikan manfaat langsung di dunia:
- Penghapus dosa: Setiap satu sholawat, Allah menghapus sepuluh keburukan.
- Ketenangan jiwa: Mengingat Nabi membuat hati menjadi damai dan jauh dari kecemasan.
- Didoakan Malaikat: Malaikat turut memohonkan ampunan bagi siapa saja yang bersholawat. Layaknya keutamaan mendoakan sesama dalam ucapan Barakallahu Lakum Wa Baraka Alaikum, sholawat juga mendatangkan keberkahan berlipat ganda dari Allah SWT.
Mengapa Lirik Sholawat Ini Sangat Populer di Indonesia?
Popularitas lirik ini di Indonesia tidak lepas dari peran para ulama, habaib, dan grup qasidah. Tokoh-tokoh seperti Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf sering melantunkannya dengan nada yang khas dan mudah diikuti.
Selain itu, bahasanya yang puitis namun lugas membuat lirik sholawat ini mudah dihafal oleh berbagai kalangan, dari anak-anak pelajar madrasah hingga orang dewasa pencari ketenangan spiritual lewat HP mereka.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apa arti Ya Rasulullah Salamun Alaik?
Artinya adalah "Wahai utusan Allah, semoga keselamatan tetap dilimpahkan kepadamu." Kalimat ini merupakan bentuk penghormatan dan doa keselamatan yang ditujukan langsung kepada Nabi Muhammad SAW.
2. Apakah lirik ini termasuk sholawat Thala'al Badru?
Meski berbeda secara lirik utuh, "Ya Rasulullah Salamun Alaik" sering dilantunkan secara bersambung dengan "Thala'al Badru 'Alaina" saat prosesi Mahalul Qiyam (berdiri saat peringatan Maulid).
3. Kapan waktu terbaik melantunkan sholawat ini?
Sholawat ini bisa dibaca kapan saja. Namun, waktu yang paling dianjurkan adalah pada hari Jumat, setelah sholat fardhu, atau saat menghadiri majelis ilmu dan peringatan Maulid Nabi.
4. Apakah lirik ini ada di dalam kitab Maulid?
Ya, bait-bait "Ya Rasulullah Salamun Alaik" merupakan bagian tak terpisahkan dari pembacaan kitab-kitab Maulid klasik seperti Maulid Diba', Barzanji, dan Simtudduror.



