Tulisan Arab, Latin, dan Arti Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad wa Ala Ali Sayyidina Muhammad Beserta Keutamaannya
![]() |
| Kaligrafi tulisan Arab allahumma sholli ala sayyidina muhammad wa ala ali sayyidina muhammad yang diukir indah pada kayu di dalam masjid. |
Banyak umat Islam mencari bacaan allahumma sholli ala sayyidina muhammad wa ala ali sayyidina muhammad karena ingin memastikan tulisan Arab yang benar, mengetahui artinya, serta memahami keutamaannya. Mengucapkan shalawat bukan sekadar rutinitas lisan, melainkan bentuk cinta mendalam seorang Muslim kepada Baginda Nabi Muhammad SAW sekaligus amalan yang diperintahkan langsung oleh Allah SWT.
Artikel ini disusun khusus bagi Anda yang ingin memastikan pelafalan shalawat dengan tepat. Kami akan membedah tulisan Arab, transliterasi latin, makna, dalil yang mendasari, hingga waktu-waktu terbaik untuk mengamalkan doa ini agar bernilai pahala berlipat ganda di sisi Allah SWT.
Tulisan Arab, Latin, dan Arti Lengkap
Membaca shalawat dengan pelafalan yang benar sangat penting agar makna doa yang kita panjatkan sesuai dengan tuntunan. Berikut adalah rincian bacaan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya:
Tulisan Arab yang Benar
Bentuk penulisan Arab dari kalimat shalawat ini adalah:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Tulisan Latin
Bagi Anda yang sedang belajar atau belum lancar membaca huruf Hijaiyah, berikut adalah transliterasi latin yang bisa digunakan sebagai panduan:
“Allahumma sholli 'ala sayyidina muhammad wa 'ala ali sayyidina muhammad.”
Arti dan Makna Bacaan
Arti dari bacaan shalawat di atas adalah:
"Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, dan kepada keluarga junjungan kami, Nabi Muhammad."
Penjabaran Makna per Kata:
- Allahumma: Ya Allah.
- Sholli 'ala: Limpahkanlah rahmat/kesejahteraan kepada.
- Sayyidina: Junjungan kami (bentuk penghormatan dan cinta umat kepada Nabinya).
- Muhammad: Nabi Muhammad SAW.
- Wa 'ala ali: Dan kepada keluarga (Ahlul Bait).
Menyertakan kata Sayyidina adalah bentuk adab, penghormatan, dan pengagungan umat Islam kepada sosok Rasulullah SAW sebagai pembawa risalah kebenaran. (Baca juga: Kumpulan Doa Harian dan Dzikir Pendek untuk Muslim)
Dalil Anjuran Bershalawat dalam Al-Qur’an (QS Al-Ahzab Ayat 56)
Perintah membaca shalawat merupakan satu-satunya amalan di mana Allah SWT dan para malaikat-Nya juga turut melakukannya sebelum memerintahkan amalan tersebut kepada umat manusia. Hal ini tertuang secara jelas dan tegas dalam Al-Qur'an Surah Al-Ahzab ayat 56.
Tulisan Arab:
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا
Tulisan Latin:
Innallāha wa malā'ikatahụ yuṣallụna 'alan-nabiyy, yā ayyuhallażīna āmanụ ṣallụ 'alaihi wa sallimụ taslīmā.
Arti:
"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." (QS. Al-Ahzab: 56).
Dalil ini menjadi pondasi utama bahwa memperbanyak shalawat, termasuk bacaan allahumma sholli ala sayyidina muhammad wa ala ali sayyidina muhammad, adalah ibadah agung yang bernilai pahala besar.
5 Keutamaan Membaca Shalawat Nabi
![]() |
| Menjadikan shalawat sebagai wirid harian dapat mendatangkan rahmat berlipat ganda dari Allah SWT sekaligus memberikan ketenangan batin. |
Mengamalkan bacaan shalawat secara rutin membawa dampak luar biasa bagi kehidupan seorang Muslim, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Berdasarkan berbagai hadis sahih, berikut adalah keutamaan utamanya:
- Mendapatkan Balasan 10 Kali Lipat Rahmat Allah: Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali." (HR. Muslim). Bershalawatnya Allah kepada hamba-Nya bermakna pemberian rahmat, ampunan, dan kasih sayang.
- Dihapus 10 Kesalahan dan Diangkat 10 Derajat: Dalam riwayat lain yang dikisahkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, Nabi SAW menyebutkan bahwa selain mendapat sepuluh rahmat, seorang yang bershalawat akan dihapuskan sepuluh kesalahannya dan diangkat derajatnya sepuluh tingkat di sisi Allah SWT. (HR. An-Nasa'i).
- Mendapat Syafaat Rasulullah di Hari Kiamat: Hari kiamat adalah hari di mana setiap manusia membutuhkan pertolongan (syafaat). Nabi SAW bersabda: "Orang yang paling berhak mendapatkan syafaatku pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak bershalawat kepadaku." (HR. Tirmidzi).
- Doa Cepat Terkabul (Tidak Tertolak): Shalawat berfungsi sebagai "pembuka pintu langit". Umar bin Khattab RA pernah berkata bahwa sebuah doa akan tertahan di antara langit dan bumi, tidak akan naik ke atas, sampai seseorang bershalawat kepada Nabinya.
- Menghilangkan Rasa Gelisah dan Menggugurkan Dosa: Bagi siapa saja yang menjadikan shalawat sebagai wirid hariannya, Allah akan mencukupkan segala keluh kesahnya, memberikan ketenangan batin, serta menggugurkan dosa-dosa kecilnya. (Untuk menambah ketenangan hati saat menghadapi masalah berat, Anda juga bisa mengamalkan dzikir hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nasir beserta artinya).
Waktu Terbaik Membaca Shalawat
Meskipun amalan sunnah ini bisa dibaca kapan saja, terdapat beberapa waktu istimewa yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk memperbanyak shalawat:
- Hari Jumat dan Malam Jumat: Rasulullah SAW secara khusus meminta umatnya untuk memperbanyak shalawat pada hari Jumat, karena bacaan tersebut akan ditampakkan langsung kepada beliau. (Baca juga: Deretan Amalan Sunnah di Hari Jumat)
- Saat Tahiyat Akhir dalam Shalat: Membaca shalawat kepada Nabi dan keluarganya merupakan salah satu rukun atau kesunnahan yang sangat dianjurkan di akhir shalat sebelum salam.
- Setelah Mendengar Azan: Usai menjawab panggilan azan, umat Islam disunnahkan membaca shalawat sebelum membaca doa setelah azan.
- Pagi dan Petang: Dijadikan sebagai bagian dari dzikir pagi dan petang untuk memohon perlindungan dan rahmat Allah sepanjang hari.
- Saat Nama Nabi Muhammad SAW Disebut: Sangat dianjurkan untuk langsung menyahut dengan kalimat shallallahu 'alaihi wa sallam atau allahumma sholli ala muhammad ketika mendengar nama beliau disebut.
Perbedaan dengan Shalawat Ibrahimiyah
![]() |
| Memperbanyak bacaan shalawat adalah kunci utama bagi seorang Muslim untuk meraih syafaat dari Baginda Nabi Muhammad SAW di hari kiamat kelak. |
Sering kali muncul pertanyaan, apa perbedaan bacaan pendek ini dengan Shalawat Ibrahimiyah?
Bacaan allahumma sholli ala sayyidina muhammad wa ala ali sayyidina muhammad tergolong sebagai shalawat pendek atau shalawat ringkas. Shalawat ini sangat cocok dibaca sebagai dzikir harian ketika beraktivitas.
Sementara itu, Shalawat Ibrahimiyah adalah bentuk shalawat yang lebih panjang dan lengkap. Shalawat ini secara khusus menyertakan doa kesejahteraan tidak hanya untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya, tetapi juga untuk Nabi Ibrahim AS dan keluarganya.
Shalawat Ibrahimiyah adalah bacaan yang disunnahkan (bahkan sebagian ulama mewajibkan) untuk dibaca pada saat duduk tahiyat akhir di dalam shalat fardhu maupun sunnah.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apa arti allahumma sholli ala sayyidina muhammad wa ala ali sayyidina muhammad?
Artinya adalah: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, dan kepada keluarga junjungan kami, Nabi Muhammad." Ini adalah doa memohon kesejahteraan untuk Nabi dan keluarganya (Ahlul Bait).
2. Apakah boleh menambahkan kata 'Sayyidina' dalam bacaan shalawat?
Mayoritas ulama (Jumhur) memperbolehkan bahkan menganjurkan penambahan kata Sayyidina (junjungan kami) di luar bacaan shalat wajib sebagai bentuk adab, takzim (penghormatan), dan cinta kepada Rasulullah SAW.
3. Berapa kali sebaiknya membaca shalawat dalam sehari?
Tidak ada batasan pasti. Anda bisa membacanya 10 kali di pagi hari dan 10 kali di petang hari, atau 100 kali, 300 kali, hingga 1000 kali setiap hari. Semakin banyak dibaca, semakin besar keutamaan yang didapatkan.
4. Kapan waktu yang paling utama untuk membaca shalawat ini?
Waktu paling utama adalah pada malam Jumat dan hari Jumat. Selain itu, sangat dianjurkan dibaca setelah azan, saat berdoa, dan ketika mendengar nama Nabi Muhammad SAW disebut.



