Fabiayyi Ala Irobbikuma Tukadziban Artinya, Tulisan Arab, dan Maknanya
![]() |
| Hikmah terbesar dari arti fabiayyi ala irobbikuma tukadziban adalah ajakan untuk merendahkan diri dan menyadari bahwa tidak ada satu pun nikmat Allah yang bisa kita dustakan. |
Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban artinya adalah "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?". Kalimat ini merupakan salah satu ayat paling ikonik dan berkesan di dalam Al-Qur'an, tepatnya pada Surah Ar-Rahman.
Banyak umat Muslim mencari arti ayat ini karena sering mendengarnya saat imam membaca surah dalam salat berjemaah atau ketika mendengarkan tilawah Al-Qur'an. Nada pengulangannya yang khas sering kali memunculkan rasa penasaran tentang makna mendalam di baliknya.
Artikel ini akan mengupas tuntas tulisan Arab, latin, arti, hingga tafsir mengapa Allah SWT mengulang ayat ini hingga puluhan kali. Penjelasan ini disusun untuk membantu Anda memahami keagungan Surah Ar-Rahman dengan cara yang mudah dan lugas.
Arti Fabiayyi Ala Irobbikuma Tukadziban Secara Langsung
Secara harfiah, kalimat ini adalah sebuah pertanyaan retoris (pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban). Allah SWT bertanya kepada hamba-Nya tentang nikmat-nikmat yang telah Dia berikan secara melimpah ruah.
Umat Islam memahami ayat ini bukan sekadar pertanyaan biasa, melainkan sebuah teguran halus namun tegas. Manusia sering kali lupa bersyukur atas nikmat sehat, rezeki, udara yang dihirup, hingga iman di dalam dada.
Melalui ayat ini, Allah mengingatkan bahwa tidak ada satu pun celah bagi hamba-Nya untuk mendustakan atau mengingkari nikmat yang telah diberikan.
Tulisan Arab, Latin, dan Makna Kata per Kata
Memahami teks asli dan cara bacanya sangat penting agar kita tidak salah dalam melafalkan dan memaknai ayat suci Al-Qur'an. Hal ini berlaku untuk semua kalimat thayyibah, sama seperti pentingnya mengetahui tulisan Arab Innalillahi yang benar agar tidak mengubah esensi maknanya.
Teks Arab dan Latin
Berikut adalah tulisan Arab, latin, beserta artinya yang sesuai dengan standar Mushaf Al-Qur'an Indonesia:
Arab: فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Latin: Fa bi'ayyi aalaa'i Rabbikumaa tukadzdzibaan.
Artinya: "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"
Terjemahan Gramatikal (Kata per Kata)
Untuk memahami arti fabiayyi ala irobbikuma tukadziban secara lebih mendalam, kita bisa membedah struktur bahasa Arabnya kata per kata:
- Fa (فَ): Artinya "Maka". Kata sambung ini menghubungkan nikmat yang disebutkan pada ayat sebelumnya dengan pertanyaan pada ayat ini.
- Bi'ayyi (بِأَيِّ): Artinya "Dengan yang mana" atau "Yang manakah".
- Aalaa'i (آلَاءِ): Artinya "Nikmat-nikmat". Ini adalah bentuk jamak, menunjukkan bahwa nikmat Allah sangat banyak dan beragam.
- Rabbikumaa (رَبِّكُمَا): Artinya "Tuhan kamu berdua". Kata ganti ganda (mutsanna) ini merujuk secara spesifik kepada dua golongan makhluk, yaitu manusia dan jin.
- Tukadzdzibaan (تُكَذِّبَانِ): Artinya "Kamu berdua dustakan" atau "Kamu berdua ingkari".
Surah Ar-Rahman Ayat Berapa?
Pertanyaan yang sering muncul adalah: ayat ini terdapat pada Surah Ar-Rahman ayat berapa?
Faktanya, kalimat fabiayyi ala irobbikuma tukadziban bukan hanya merujuk pada satu ayat. Kalimat ini muncul pertama kali pada Surah Ar-Rahman ayat ke-13.
Setelah ayat ke-13, kalimat yang sama terus diulang secara berkala hingga akhir surah. Total keseluruhannya, ayat ini diulang sebanyak 31 kali di dalam Surah Ar-Rahman.
Surah Ar-Rahman sendiri merupakan surah ke-55 dalam mushaf Al-Qur'an, terdiri dari 78 ayat, dan tergolong sebagai surah Makkiyah (diturunkan di Makkah) menurut mayoritas ulama, meski ada sebagian yang berpendapat Madaniyah.
Alasan Mengapa Ayat Ini Diulang 31 Kali
![]() |
| Ayat yang diulang sebanyak 31 kali dalam Surah Ar-Rahman ini ditujukan secara khusus untuk memperingatkan dua golongan makhluk, yaitu bangsa manusia dan jin. |
Pengulangan sebuah kalimat dalam Al-Qur'an memiliki nilai sastra yang tinggi dan tujuan penekanan makna. Allah tidak mengulang ayat tanpa alasan yang jelas.
Pengingat Tegas untuk Manusia dan Jin
Alasan utama mengapa ayat ini diulang adalah sebagai taqrir (penegasan) dan peringatan. Setiap kali Allah menyebutkan suatu nikmat, baik itu penciptaan alam semesta, lautan, buah-buahan, hingga surga, Allah langsung menyusulnya dengan pertanyaan ini.
Pola ini ibarat seorang pendidik yang menunjukkan kebaikannya satu per satu kepada muridnya, lalu bertanya, "Apakah kamu masih mau menyangkal kebaikan ini?" Tujuannya adalah untuk menggugah hati nurani manusia dan jin agar segera sadar dan bersyukur.
Rahasia Angka 31 dalam Tafsir Ulama
Para ulama tafsir, termasuk Imam As-Suyuthi dalam karyanya, telah memetakan penempatan 31 pengulangan ayat ini. Pembagiannya sangat sistematis dan penuh makna mendalam:
- 8 ayat disebutkan setelah menjelaskan nikmat-nikmat surga. Menariknya, jumlah pintu surga diyakini ada 8. Ini melambangkan bahwa siapa yang mensyukuri nikmat surga, ia berhak memasukinya dari pintu mana saja.
- 7 ayat disebutkan setelah menjelaskan peringatan tentang neraka dan azab. Ini sejalan dengan jumlah pintu neraka jahanam yang berjumlah 7. Pengulangan ini adalah peringatan agar manusia menjauhi perbuatan ahli neraka.
- 16 ayat sisanya (yang melengkapi total 31) disebutkan secara menyebar setelah Allah menjelaskan nikmat-nikmat penciptaan di dunia, fenomena alam, kehidupan jasmani, serta anugerah akal.
Pembagian ini membuktikan bahwa Al-Qur'an memiliki struktur matematis dan semantik yang sangat luar biasa sempurna.
Konteks dan Tafsir Surah Ar-Rahman
![]() |
| Hikmah terbesar dari arti fabiayyi ala irobbikuma tukadziban adalah ajakan untuk merendahkan diri dan menyadari bahwa tidak ada satu pun nikmat Allah yang bisa kita dustakan. |
Dalam Tafsir Ibnu Katsir, dijelaskan bahwa Surah Ar-Rahman adalah "pengantinnya Al-Qur'an" (Aroosul Qur'an). Surah ini sangat indah karena membeberkan kasih sayang (Rahmat) Allah yang tak terbatas.
Kata "Rabbikumaa" (Tuhan kamu berdua) secara khusus ditujukan kepada Ats-Tsaqalain (dua makhluk yang terbebani syariat), yakni jin dan manusia. Hal ini ditegaskan dalam sebuah riwayat hadis ketika Nabi Muhammad SAW membacakan Surah Ar-Rahman kepada para sahabat.
Nabi SAW bersabda bahwa jin memberikan respons yang lebih baik saat mendengar ayat ini. Setiap kali Nabi membaca fabiayyi ala irobbikuma tukadziban, para jin menjawab:
"Laa bisyai-in min ni'matika Rabbanaa nukadzdzib falakal hamd"
(Tidak ada satu pun dari nikmat-Mu wahai Tuhan kami yang kami dustakan, maka segala puji hanya bagi-Mu).
Mempelajari arti fabiayyi ala irobbikuma tukadziban menyadarkan kita bahwa kita sering kali buta terhadap karunia Tuhan. Manusia cenderung baru menyadari besarnya nikmat sehat ketika jatuh sakit, atau nikmat harta ketika sedang kekurangan.
Hikmah terbesar dari ayat yang diulang 31 kali ini adalah perintah untuk memperbanyak syukur. Bersyukur bukan hanya dengan mengucapkan Alhamdulillah, tetapi juga dengan menggunakan nikmat tersebut untuk ketaatan kepada Allah SWT.
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban ayat berapa?
Ayat ini muncul pertama kali pada Surah Ar-Rahman ayat ke-13. Setelah itu, ayat yang sama diulang berkali-kali di sepanjang surah hingga total penyebutannya mencapai 31 kali.
2. Kenapa ayat ini diulang 31 kali?
Pengulangan 31 kali bertujuan sebagai penegasan (taqrir) atas berbagai nikmat Allah. Ulama merincinya menjadi 8 kali terkait surga, 7 kali terkait neraka, dan 16 kali terkait nikmat penciptaan alam semesta dan dunia.
3. Ditujukan kepada siapa ayat ini?
Secara gramatikal Arab, kata Rabbikuma (Tuhan kamu berdua) ditujukan kepada dua golongan makhluk yang diberi beban syariat (mukalaf) di bumi, yaitu bangsa manusia dan bangsa jin.
4. Apa makna mendalam dari ayat ini?
Maknanya adalah sebuah pertanyaan retoris sekaligus teguran agar manusia dan jin tidak kufur nikmat. Ayat ini memaksa nurani kita mengakui bahwa tidak ada satu pun nikmat Allah yang bisa kita sangkal keberadaannya.




