Doa Setelah Adzan Sesuai Sunnah Rasul: Arab, Latin & Arti

Pemandangan menara masjid saat matahari terbenam yang syahdu, mengilustrasikan waktu berkumandangnya adzan sebelum membaca doa setelah adzan sesuai sunnah.
Menjawab panggilan adzan dan membaca doa setelahnya adalah amalan sunnah yang menjadi jalan mendapatkan syafaat di hari kiamat.

Mencari doa setelah adzan sesuai sunnah rasul dan artinya yang benar dan shahih adalah langkah penting agar ibadah kita diterima dan bernilai pahala. Jawaban singkatnya, bacaan doa setelah adzan yang paling shahih berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari adalah: "Allahumma rabba hadzihid da'watit tammah, wash-shalatil qa'imah, ati muhammadanil wasilata wal fadhilah, wab'atshu maqaman mahmudanil ladzi wa'adtah.

" Banyak umat Muslim yang masih ragu tentang bacaan mana yang benar-benar bersumber dari Nabi Muhammad ﷺ. Membaca doa ini bukan sekadar rutinitas setelah mendengar panggilan shalat, melainkan kunci utama untuk mendapatkan jaminan syafaat (pertolongan) dari Rasulullah di hari kiamat kelak.

Artikel ini akan mengupas tuntas bacaan doa setelah adzan Arab latin dan arti, dalil hadis yang mendasarinya, makna mendalam di balik doa tersebut, serta amalan sunnah di waktu mustajab antara adzan dan iqamah.

Bacaan Doa Setelah Adzan (Arab, Latin, dan Terjemahan)

Agar mudah dipahami dan dihafalkan oleh semua kalangan, baik remaja, orang dewasa, maupun orang tua yang sedang mengajarkan anaknya, berikut adalah teks lengkap bacaan doa setelah adzan.

Teks Arab Doa Setelah Adzan

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ

Bacaan Latin

Allahumma rabba hadzihid da'watit tammah, wash-shalatil qa'imah, ati muhammadanil wasilata wal fadhilah, wab'atshu maqaman mahmudanil ladzi wa'adtah.

(Catatan: Sebagian masyarakat mungkin terbiasa menambahkan lafadz "Innaka laa tukhliful mii'aad" di akhir doa, namun tambahan ini dinilai syadz (ganjil/lemah) oleh para ahli hadis terkemuka. Oleh karena itu, mencukupkan doa hingga lafadz "wa'adtah" adalah yang paling sesuai dengan sunnah yang shahih).

Arti Doa Setelah Adzan

"Ya Allah, Tuhan pemilik panggilan yang sempurna ini dan shalat (wajib) yang didirikan. Berilah Al-Wasilah (derajat di surga) dan keutamaan kepada Nabi Muhammad ﷺ. Dan bangkitkanlah beliau sehingga bisa menempati Maqam Mahmud (kedudukan yang terpuji) yang telah Engkau janjikan."

Dalil Shahih Keutamaan Doa Setelah Adzan

Ilustrasi singgasana bercahaya keemasan di atas awan yang merepresentasikan kedudukan agung Al-Wasilah dan Maqam Mahmud dalam bacaan doa setelah adzan.
Al-Wasilah dan Maqam Mahmud adalah kedudukan mulia di surga yang secara khusus kita mohonkan untuk Nabi Muhammad.

Dalam beragama, penting untuk menyandarkan setiap amalan pada dalil yang kuat (E-E-A-T: Expertise, Experience, Authoritativeness, Trustworthiness). Keutamaan membaca doa ini sangatlah besar, yaitu mendapatkan jaminan syafaat.

Hadis Riwayat Bukhari tentang Syafaat

Dalil utama mengenai anjuran membaca doa setelah adzan bersumber dari hadis shahih yang diriwayatkan oleh sahabat Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu.

Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

"Barangsiapa ketika mendengar adzan lalu mengucapkan (doa): 'Allahumma rabba hadzihid da'watit tammah...', maka syafaatku halal baginya pada hari kiamat." (HR. Bukhari no. 614)

Syafaat adalah pertolongan khusus dari Rasulullah ﷺ atas izin Allah ﷻ untuk menyelamatkan umatnya dari kesulitan di Padang Mahsyar atau untuk mengangkat derajat mereka di Surga. Mengamalkan doa ini adalah investasi spiritual yang sangat berharga.

Makna Mendalam di Balik Doa Adzan

Memahami makna dari apa yang kita baca akan menambah kekhusyukan. Dalam doa tersebut, terdapat dua istilah penting yang kita mohonkan kepada Allah untuk Nabi Muhammad ﷺ, yaitu Al-Wasilah dan Maqam Mahmud.

Apa Itu Al-Wasilah?

Al-Wasilah bukanlah sekadar "perantara". Dalam konteks hadis shahih riwayat Muslim (no. 384), Rasulullah ﷺ sendiri menjelaskan bahwa Al-Wasilah adalah sebuah kedudukan atau derajat tertinggi di surga.

Kedudukan ini sangat eksklusif dan hanya diperuntukkan bagi satu orang hamba Allah saja. Rasulullah ﷺ berharap beliau-lah hamba tersebut. Ketika kita memintakan Al-Wasilah untuk beliau, kita sebenarnya sedang menunjukkan rasa cinta dan kesetiaan kita, yang kelak akan dibalas dengan syafaat.

Memahami Maqam Mahmud

Maqam Mahmud secara harfiah berarti "kedudukan yang terpuji". Para ulama tafsir sepakat bahwa Maqam Mahmud adalah Asy-Syafa'ah Al-Uzhma (syafaat yang paling agung).

Pada hari kiamat, ketika seluruh manusia dari zaman Nabi Adam hingga manusia terakhir dilanda ketakutan yang luar biasa dan memohon pertolongan kepada para nabi, tidak ada satu pun nabi yang sanggup memberikan syafaat kecuali Nabi Muhammad ﷺ. Kedudukan istimewa inilah yang disebut sebagai Maqam Mahmud.

Sunnah yang Dianjurkan Saat dan Setelah Adzan Berkumandang

Seorang pria Muslim memakai baju koko putih dan peci sedang khusyuk mengangkat tangan berdoa di dalam masjid pada waktu mustajab antara adzan dan iqamah.
Jangan terburu-buru beranjak, jeda waktu antara adzan dan iqamah adalah salah satu momen paling mustajab untuk memanjatkan doa.

Untuk mendapatkan kesempurnaan pahala, membaca doa setelah adzan sebaiknya dirangkai dengan amalan sunnah lainnya. Berikut adalah urutan adab yang tepat:

1. Menjawab Panggilan Adzan

Saat muadzin mengumandangkan adzan, sunnah bagi kita untuk menghentikan aktivitas sejenak dan menirukan apa yang diucapkan muadzin.

Pengecualian terjadi pada lafadz "Hayya 'alash-shalah" dan "Hayya 'alal-falah". Saat mendengar dua kalimat ini, kita dianjurkan menjawabnya dengan kalimat Hauqalah: "Laa haula wa laa quwwata illa billah" (Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah).

2. Membaca Shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ

Banyak yang langsung melompat ke doa setelah adzan, padahal sunnahnya adalah membaca shalawat terlebih dahulu setelah selesai menjawab adzan. Nabi ﷺ bersabda, "Apabila kalian mendengar muadzin, jawablah adzannya. Kemudian bacalah shalawat untukku..." (HR. Muslim). Anda bisa membaca shalawat Ibrahimiyyah (seperti saat tahiyat akhir dalam shalat).

3. Membaca Doa Setelah Adzan

Setelah bershalawat, barulah kita membaca doa "Allahumma rabba hadzihid da'watit tammah..." seperti yang telah diuraikan di atas.

4. Berdoa di Waktu Mustajab (Antara Adzan dan Iqamah)

Jangan buru-buru beranjak. Jeda waktu antara adzan dan iqamah adalah salah satu waktu mustajab doa (waktu di mana doa sangat mudah dikabulkan).
Baca juga panduan kami lainnya tentang: Doa Waktu Mustajab dan Keutamaan Menunggu Shalat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Doa antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Al-Albani)

Gunakan momen emas ini untuk mendoakan diri sendiri, keluarga, kelancaran rezeki, kesehatan, dan ampunan dosa. Anda bisa berdoa menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan hajat masing-masing.

Tanya Jawab Seputar Doa Setelah Adzan (FAQ)

1. Kapan waktu yang tepat membaca doa setelah adzan?

Waktu yang paling tepat adalah segera setelah muadzin selesai mengumandangkan lafadz terakhir adzan (Lailahaillallah) dan setelah kita membaca shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ.

2. Apakah doa setelah adzan harus dibaca dengan bahasa Arab?

Teks doa "Allahumma rabba hadzihid da'watit tammah..." adalah doa ma'tsur (bersumber langsung dari teks hadis), sehingga sangat ditekankan untuk dibaca dalam bahasa Arab. Namun, jika Anda sedang dalam proses belajar, membaca huruf Latinnya diperbolehkan, dengan niat terus memperbaiki bacaan. Adapun doa pribadi setelahnya, bebas menggunakan bahasa Indonesia.

3. Apa keutamaan membaca doa setelah adzan?

Keutamaan tertingginya berdasarkan hadis riwayat Bukhari adalah mendapatkan jaminan syafaat (pertolongan) dari Nabi Muhammad ﷺ di hari kiamat kelak. Selain itu, doa ini juga menjadi bukti kecintaan kita kepada Rasulullah.

4. Bolehkah menambahkan lafadz "Innaka laa tukhliful mi'aad" di akhir doa?

Berdasarkan penelitian para ulama ahli hadis kontemporer maupun klasik (seperti Syaikh Al-Albani), tambahan lafadz "Innaka laa tukhliful mi'aad" diriwayatkan melalui jalur yang dinilai syadz (menyelisihi riwayat yang lebih kuat). Oleh karena itu, mencukupkan doa hingga "wa'adtah" adalah tindakan yang lebih aman dan sesuai sunnah shahih.

Baca Juga
Berbagi
Suka dengan artikel ini? Ajak temanmu membaca :D
Posting Komentar